Jumat, 10 Maret 2017

vidmate for androids


Tentang VidMate

Apakah Anda mencari beberapa aplikasi terbaru untuk men-download video, lagu dan film untuk mendengar dan menonton? Maka anda harus memiliki Vidmate yang merupakan aplikasi terbaru untuk download video. Saat ini orang punya banyak hal lain untuk dilakukan daripada berbicara. Dengan aplikasi Anda dapat memiliki akses download dari situs host. Aplikasi ini juga membantu Anda untuk men-download file dalam kualitas yang berbeda dan juga memberikan Anda kesempatan untuk menyertakan versi HD.


Mengapa vidmate
ini dikenal sebagai aplikasi populer untuk men-download film, lagu dan video dan membantu Anda untuk melihat mereka tanpa bahaya. Aplikasi ini memiliki kapasitas untuk men-download video terbatas dan memiliki lebih dari 200 saluran televisi benar-benar gratis. Vidmate memiliki semua dalam satu aplikasi atau Anda dapat menyebutnya sebagai paket hiburan yang lengkap. The vidmate aplikasi diunduh dan dinikmati oleh jutaan pengguna ponsel yang memiliki pengalaman hebat dengan aplikasi vidmate. Ini juga merupakan solusi satu atap untuk download video di android. Aplikasi ini mendukung semua format dan Anda memiliki pilihan untuk men-download video dari YouTube, Dailymotion, Vimeo, Facebook dan lain-lain situs. Aplikasi ini tidak akan membuat Anda bosan dan memungkinkan Anda untuk mengambil kesenangan dalam hiburan online.


Fitur Vidmate:
- Vidmate akan men-download video di bagian paralel untuk meningkatkan dan mempercepat kecepatan download video.
- Anda dapat menghentikan sebentar, melanjutkan dan mematahkan pola download jika didukung oleh website.
- Anda dapat memiliki pilihan untuk menghentikan sementara, menghapus dan restart aksi download kapanpun Anda inginkan.
- Aplikasi ini akan memungkinkan Anda untuk mendukung pengunduhan aplikasi file besar yang dapat lebih 1 GB.
- Ini akan mendukung banyak format seperti MP4, FLV, MOV, AVI, WMV, 3GP, MPEG dll
- Anda dapat men-download sejumlah video secara bersamaan.
- Download akan menunjukkan di latar belakang.
- Aplikasi ini secara otomatis akan mendeteksi link dari browser.
- Hal ini juga pilihan untuk menghapus video jika Anda tidak memiliki ruang penyimpanan.
- Dukungan sekitar 50.000 lagu berkualitas tinggi. 
- Meliputi semua bahasa daerah dan Anda dapat men-download lagu-lagu dalam banyak bahasa sesuai keinginan.
- Lihat film tanpa buffering dan memberikan sidang terganggu lagu.
- Video Download direkam olahraga tanpa bahaya dengan aplikasi ini.
- Anda juga dapat men-download berbagai saluran televisi juga.





Dengan aplikasi vidmate Anda dapat memiliki pilihan terbatas untuk men-download film dan lagu. Jika Anda tidak ingin pergi ruang bioskop dan berdiri dalam antrian panjang untuk menonton film, maka aplikasi ini akan memberikan Anda cukup ruang lingkup untuk men-download film terbaru dan menonton tanpa gangguan apapun. Media ini dapat diunduh dalam mode offline yang mengurangi biaya data dan memungkinkan Anda untuk melihat mereka setiap waktu. Aplikasi ini dapat diakses sesuai kenyamanan Anda dan Anda juga dapat memiliki pilihan untuk riwayat browsing dan mencari film favorit Anda dan lagu setiap saat dengan aplikasi ini.
New Fitur Diperbarui:
1. YouTube video Download gagal dalam beberapa masalah kasus sekarang tetap. 
2. Masalah tetap tentang video masih memainkan setelah menutup browser.
3. Buka MEME Tab sekarang avilable bagi pengguna Indonesia. 
VidMate

seconds

Minggu, 21 Agustus 2016

Belajar Persebaran Flora dan Fauna di Dunia

Belajar Persebaran Flora dan Fauna di Dunia

Persebaran flora dan fauna di permukaan bumi– Kali ini di Belajar biologi akan menjelaskan tentang persebaran flora dan fauna di dunia dan penyebab penyebaran yang terjadi. Flora dan fauna di suatu wilayah sangat terkait dengan kondisi lingkungannya.
Hal ini berarti bahwa keberadaan fenomena biosfer di suatu tempat pada dasarnya merupakan fungsi dari kondisi lingkungannya sekitarnya. Faktor faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap keberadaan flora dan fauna diantaranya adalah faktor klimatik (iklim), edafik (tanah), dan biotik (makhluk hidup). Berdasarkan kondisi iklim dan tanahnya, permukaan bumi sangat beragam. Oleh karena itu, beragam pula sebaran flora dan faunanya. Baca pengertian biosfer dan macam macam biosfer.

Persebaran Flora di Dunia

Faktor faktor yang dapat menyebabkan persebaran flora yaitu: iklim, tanah, air, topografi atau relief.
Secara garis besar komunitas flora dapat dibagi menjadi lima macam yaitu:
  1. Padang rumput dibagi menjadi dua, sabana dan stepa
  2. Tundra atau padang lumut adalah daerah beku dan tandus di daerah kutub utara, tumbuhan tidak dapat hidup, biasanya hanya berupa padang rumput.
  3. Gurun adalah padang luas yang tandus atau disebabkan oleh padang pasir. Wilayah persebaran di Afrika, Jazirah Arab, Asia selatan, Amerika bagina tengah dan barat.
  4. Hutan hujan tropis merupakan hutan yang terdapat di daerah tropis atau beriklim panas. Contoh vegetasi daerah hutan hujan tropis antara lain merani dan damar.
  5. Taiga merupakan daerah hutan pohon jarum jarum di Siberia, terdapat di antara daerah tundra di Utara dan Stepa di selatan

Persebaran fauna atau hewan di dunia

Fauna adalah keseluruhan kehidupan hewan di suatu habitat di daerah atau strata geologi tertentu.
Faktor faktor yang menyebabkan persebaran fauna di dunia adalah:
Perubahan habitat, tekanan populasi,
Secara garis besar, daerah persebaran fauna di dunia dapat dikelompokkan menjadi delapan wilayah persebaran yaitu
  1. Fauna Paleartik: Pengertian fauna paleartik adalah fauna tersebar di wilayah Asia timur, Afrika utara, eropa. Jenis faunanya yaitu: Beruang kutub (Ursus maritimus), panda (Ailuropoda melanoleuca), rusa kutub (Rangifer tarandus) , tikus, bison, landak.
  2. Fauna neartik: Pengertian fauna neartik adalah fauna yang tersebar pada wilayah Amerika Utara. Jenis faunanya yaitu: Antelop (Antilope cervicapra) , burung biru, kalkun, tupai.
  3. Fauna Oriental: Pengertian fauna oriental adalah fauna yang tersebar pada wilayah Asia Selatan dan Asia tenggara. Jenis fauna yang dimiliki adalah harimau sumatera, gajah, badak, orangutan (Pongo pygmaeus), tapir, dan banteng.
  4. Fauna Neotropik: Pengertian fauna neotropik adalah fauna yang tersebar pada wilayah meliputi Amerika selatan, Amerika tengah dan Meksiko. Jenis fauna yang berada dalam kelompok fauna neotropik seperti kukang, armadillo, buaya, kadal, dan kura kura.
  5. Fauna Ethiopia: Pengertian fauna ethiopia adalah fauna yang tersebar pada wilayah Afrika dan Madagaskar. Jenis fauna yang berada dalam kelompok fauna ethiopia adalah kuda nil (Hippopotamus amphibius), gorilla (Gorilla gorilla), badak, Jerapah, Simpanse, zebra, singa dan unta
  6. Fauna Australia: Pengertian fauna Australia adalah fauna yang tersebar pada wilayah Australia, Tasmania dan Papua. Jenis fauna pada kelompok fauna Australia: Kanguru, Kakaktua, Cenderawasih, koala, kuskus, kasuari.
  7. Fauna Selandia Baru: Pengertian fauna selandia baru adalah fauna yang tersebar pada wilayah Selandia baru seperti burung kiwi (Apteryx  sp.), sphenodon.
  8. Fauna Antartika: Pengertian fauna antartika adalah fauna yang tersebar pada wilayah Benua Antartika. Jenis fauna yang berada dalam wilayah ini seperti anjing laut antartik (Hydrurga leptonyx), penguin.

Sumber Artikel Persebaran Fauna dan Flora di Dunia

Buku Pintar Pelajaran: Drs. Joko Untoro dan Tim Guru Indonesia. diterbitkan oleh Wahyu Media dia Jakarta.
Geografi SMA Kelas XI oleh Yusma Hestiyanto (2007) diterbitkan oleh Yudistira di Jakarta
Geografi: Menyingkap fenomena Geosfer untuk Kelas XI diterbitkan oleh Grafindo Media Pratama (2007) oleh Ahmad Yani dan Mamat Ruhimat di Bandung.

Fotosintesis dan Proses Fotosintesis

Fotosintesis dan Proses Fotosintesis

Apa pengertian fotosintesis? Bagaimana proses fotosintesis pada tumbuhan? Apa yang terjadi dalam reaksi fotosintesis?Bagaimana konsep fotosintesis pada tumbuhan. Seluruh pertanyaan tersebut akan kita bahas dalam artikel ini.

Pengertian Fotosintesis

Pengertian fotosintesis adalah reaksi kimiawi dimana tumbuhan, beberapa jenis bakteri dan alga, menghasilkan glukosa dan oksigen dengan menggunakan karbon dioksida dan air, dengan menggunakan cahaya sebagai sumber energi utama.
Proses fotosintesis mengubah energi yang amat banyak dari sinar matahari menjadi energi listrik dan kimia. Masukan yang dibutuhkan dalam proses fotosintesis seperti karbondioksida (CO2), air (H2O) dan mineral serta sinar matahari (cahaya) dan menghasilkan karbohidrat sebagai sumber makanan yang dibutuhkan oleh makhluk hidup (tumbuhan dan organisme fotosintesis berperan sebagai produsen) serta oksigen yang kita hirup.
Reaksi dalam proses fotosintesis berdasarkan butuh tidaknya oksigen terbagi dua yaitu fotosintesis oksigenik dan fotonsintesis noneksogenik. Proses fotosintesis oksigenik terjadi pada kebanyakan tumbuhan sedangkan beberapa organisme tingkat rendah seperti bakteri contohnya cyanobacteria melakukan proses fotosintesis noneksogenik dengan menggunakan bakterioklorofil.
Fotosintesis adalah proses biologis yang paling penting di bumi dan kehidupan ini. Layaknya sebuah baterai, fotosintesis merupakan baterai terbesar di dunia, menyimpan energi matahari dan kimiawi dalam jumlah besar.
Bahkan dalam kondisi yang paling ideal, dapat mencapai efisiensi energi sebesar 35 %, dan beberapa jenis tumbuhan ada juga yang hanya memperoleh 1-2 %. Tebu merupakan contoh tumbuhan yang melakukan fotosintesis dengan tingkat efisiensi sebesar 8 %.

Sejarah Penelitian Fotosintesis (Ringkas)

Sejarah penelitian tentang proses fotosintesis tercatat dimulai oleh Jan Van Helmont pada tahun 1600-an. Seorang dokter dan ahli kimia Finlandia ini melakukan ekperimen tentang pertambahan bobot pada tumbuhan dari waktu ke waktu.
Dia menyimpulkan bahwa tumbuhan bertambah bobotnya karena air dan yang larut didalamnya akan tetapi penelitian lebih lanjut oleh Stephen Hales tentang hal yang sama pada tahun pada tahun 1720 bahwa terdapat faktor lain yaitu udara.
Joseph Priestley yang merupakan ahli kimia dan sekaligus pendeta bereksperimen menggunakan lilin, tikus dan toples serta tumbuhan. Dia menyalakan lilin dalam sebuah toples beserta tikus didalamnya.
Tikus tersebut mati begitupun dengan lilinnya. Selanjutnya, berekperimen lagi dengan menambahkan tumbuhan dalam toples. Lilin mati, akan tetapi tikus tidak mati. ia menyimpulkan bahwa tumbuhan dapat menggantikan udara yang dibakar oleh lilin tersebut sehingga tikus tetap dapat hidup.
Selanjutnya eksperimen oleh Jan Ingenhousz pada tahun 1778. Ia menemukan bahwa cahaya matahari berpengaruh pada tumbuhan sehingga dapat “memulihkan” udara yang “rusak”. Selanjutnya, Jean , seorang ilmuwan prancis, pada tahun 1796 menunjukkan bahwa udara yang “dipulihkan” dan “merusak” itu adalah karbon dioksida yang diserap oleh tumbuhan dalam fotosintesis.
Terakhir, oleh Theodore de Saussure menghubungkan penelitian Stephen Hales dan penelitian penelitian sebelumnya dan berhasil merumuskan persamaan umum tentang bagaimana cara tumbuhan dapat menghasilkan makanan atau glukosa dengan kata lain persamaan fotosintesis seperti dibawah ini:
6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2
Lebih dari 1017 kilokalori (4.2 x 1017 kJ) energi matahari yang tersimpan karena fotosintesis di Bumi, yang berhubungan dengan asimilasi 1010 ton karbon diubah menjadi karbohidrat dan bentuk organik lainnya.

Reaksi dalam Fotosintesis: Reaksi Terang dan Gelap

Proses Fotosintesis terbagi atas dua yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Reaksi terang yang terjadi pada lempengan tilakoid pada kloroplas berfungsi sebagai proses pembuatan energi ATP dan NADPH yang akan digunakan untuk masuk kedalam reaksi gelap dan kebutuhan sel mereka.
Kemudian reaksi gelap yang terjadi pada stroma. Reaksi terang melalui siklus Calvin-Benson-Bassham yang menghasilkan glukosa, sukrosa dan amilum  (pati) yang dengan memanfaatkan CO2 (Fiksasi karbon).

Reaksi Terang: Light-Dependent Reaction

Reaksi terang dalam proses fotosintesis terjadi pada bagian membran tilakoid. Dalam membran tilakoid terdapat lumen dan dibagian membran luar tilakoid terdapat stroma dimana reaksi terang terjadi.
Membran tilakoid mengandung kompleks protein integral membran yang berfungsi dalam mengkatalisis reaksi terang. terdapat 4 jenis kompleks protein yang terdapat pada membran tilakoid yaitu fotosistem II, Kompleks Sitokrom b6f, Fotosistem I da ATP sintetase. 4 macam protein tersebut bekerja sama untuk menghasilkan ATP dan NADPH yang dibutuhkan oleh tumbuhan.
Dua fotosistem yaitu fotosistem I dan II berperan menyerap energi matahari atau foton melalui pigmen klorofil. Reaksi terang dimulai pada saat fotosistem II bereaksi.
Ketika pigmen klorofil dalam pusat reaksi fotosistem II menyerap foton, elektron pada molekul ini memiliki energi tinggi sehingga menyebabkan ketidakstabilan dan kemudian menyebabkan terjadinya reaksi redoks berantai dimana elektron berpindah dari molekul satu yang lebih tinggi tingkat energinya ke molekul yang lebih rendah tingkat energinya.
Proses ini disebut sebagai rangkaian transport elektron. Elektron tersebut “mengalir” dari fotosistem II ke sitokrom b6f hingga ke fotosistem I.
Pada fotosistem I, elektron tersebut mendapatkan energi lagi dari foton (energi cahaya). Penerima elektron terakhir adalah NADP. Pada reaksi fotosintesis oksigenik, penerima elektron pertama adalah air (fotolisis) menghasilkan oksigen sebagai produk buangan. Sedangkan pada proses fotosintesis anoksigenik, bermacam jenis penerima elektron digunakan.
Dalam reaksi terang fotosintesis, sitokrom dan ATP sintetase bekerja sama untuk menghasilkan ATP. Proses ini dalam reaksi terang fotosintesis disebut fotofosforilasi yang terjadi dalam dua cara yaitu siklik dan nonsiklik.
Pada fotofosforilasi non siklik, protein sitokrom b6f menggunakan energi dari elektron fotosistem II untuk memompa proton dalam stroma hingga ke lumen.
Gradien proton yang terbentang sepanjang membran tilakoid menciptakan gaya proton-motive yang akan digunakan oleh ATP sintetase untuk membuat ATP.
Sedangkan pada fotofosforilasi siklik, protein sitokrom b6f menggunakan energi dari eletron pada fotosistem I dan II untuk menciptakan ATP lebih banyak dan menghentikan produksi NADPH. Fotofosforilasi siklik sangat penting dalam menciptakan ATP dan mempertahankan NADPH dalam proporsi yang pas agar reaksi terang dan proses fotosintesis tetap berjalan.
Persamaan reaksi dalam reaksi terang fotosintesis oksigenik sebagai berikut:
2H2O + 2NADP++ 3ADP + 3Pi → O2 + 2NADPH + 3ATP
Baca juga artikel tentang reaksi terang ini.
Reaksi terang dalam proses fotosintesis oksigenik terbagi atas dua yaitu fotofosforilasi non siklik dan fosforilasi siklik. Dijelaskan dibawah ini:

Proses Fotosintesis Reaksi Terang: Fotofosforilasi Nonsiklik

Diagram Proses Reaksi Terang dalam Fotosintesis Oksigenik
Diagram Proses Reaksi Terang dalam Fotosintesis Oksigenik | Reaksi Fotofosforilasi nonsiklik
Berdasarkan gambar diatas, anda sudah paham bukan, bagaimana proses reaksi terang dalam fotosintesis oksigenik secara fosforilasi nonsiklik.
Langkah pertama adalah adanya cahaya yang “menabrak” fotosistem II yang mengandung klorofil a yang mampu menyerap cahaya dengan panjang gelombang 680 nanometer (oleh karenanya disebut p680).
Kemudian air “pecah” dan melepaskan ion hidrogen dan Oksigen serta 2 elektron. Elektron tersebut kemudian tereksitasi, atau mengalami peningkatan energi sehingga terjadilah rangkaian redoks.
Elektron tersebut diangkut oleh oleh rangkaian transport elektron mulai dari Ph (Pheophytin) ke plastoquinone (Qa) kemudian elektron dalam reaksi terang diangkut oleh Plastoquinone (Qb) lalu selanjutnya ke kompleks sitokrom bf dan akhirnya elektron sampai ke fotosistem I yang mengandung P700.
Perlu anda ketahui bahwa PhQaQb, dan sitokrom bf merupakan pembawa elektron. Dalam proses transport elektron tersebut tersedia energi untuk menghasilkan ATP dalam perpindaha fotosistem II  ke fotosistem I.
Selanjutnya dalam proses fotosintesis reaksi terang fosforilasi non siklik, dua elektron yang sampai pada komplek fotosistem II P700 mengalami peningkatan energi sehingga terjadi rangkaian transport elektron kembali, dimulai dari A0 yang merupakan bentuk klorofil yang berperan sebagai penghantar elektron kepada A1 yang merupakan phylloquinone.
Kemudian elektron dihantarkan ke kompleks protein iron-sulfur lalu ke feredoksin (ferredoxin). Hingga akhirnya menuju karier elektron terakhir yaitu NADP+. Oleh karena NADP+ mendapatkan kiriman elektron, maka NADPH terbentuk.  Berikut rumus reaksi kimia yang terjadi dalam proses transport elektron terakhir sehingga terbentuk NADPH.

Fotofosforilasi siklik

Kalian tahu, Apa yang dilakukan tumbuhan hijau ketika mengalami kelebihan atau berkecukupan NADH, akan tetapi kekurangan ATP? Jawabannya adalah proses fotofosforilasi siklik dalam reaksi terang fotosintesis.
Aliran elektron dalam proses fotosintesis dalam reaksi terang fotofosforilasi siklik juga terjadi pada tumbuhan yang mengandung kloroplas. Dalam proses ini, dihasilkan hanya ATP, bukan oksigen ataupun NADPH. Dalam proses reaksi terang fotofosforilasi siklik ini, hanya terjadi pada fotosistem I saja.
Ketika elektron tereksitasi oleh P700, dibawa oleh rangkaian transport elektron, akan tetapi eletron tersebut tidak mencapai NADP+, ketika elektron mencapai feredoksin, mereka ditransfer ke kompleks sitokrom bf. Kemudian dalam proses perpindahan elektron ke plastosianin, terjadi pembentukan ATP oleh ADP dan Pi.
Dari karier plastosianin, elektron kembali ke P700+(P700 yang teroksidasi). Reaksi ini disebut sebagai fotofosforilasi siklik yang berfungsi dalam memproduksi ATP dari ADP dan fosfat anorgaik dengan proses pompa proton yang terjadi disepanjang membran tilakoid.
Semua sel yang melakukan fotosintesis termasuk juga sel bakteri fotosintetik memiliki fotosistem I dan hanya (hingga sekarang ini diketahui) tumbuhan tingkat tinggi, alga dan cyanobakteria yang mengandung kedua fotosistem (I dan II).

Reaksi Gelap (Siklus Calvin-Benson) | Fotosintesis

Reaksi gelap terjadi dalam stroma. Disebut reaksi gelap karena tidak membutuhkan energi cahaya dalam prosesnya akan tetapi menggunakan ATP sebagai energi dan NADPH sebagai sumber elektron untuk mengubah CO2 menjadi karbohidrat (Jangan salah sangka kalau reaksi gelap terjadi ditempat gelap yah, reaksi gelap dalam proses fotosintesis terjadi di siang hari pada kebanyakan tumbuhan (baik pada tumbuhan C3, tumbuhan C4, dan juga CAM, walaupun pada CAM terdapat perbedaan proses masuknya CO2 yaitu diwaktu gelap/malam.
Fotosintesis bertanggung jawab dalam membuat NADPH dan ATp dan siklus Calvin Benson-Bassham (CBB) menggunakan molekul energi tinggi (ATP) tersebut untuk memproduksi gliseraldehide-3-phosphate (G-3-P). Selanjutnya, G-3-P tersebut dapat digunakan untuk mensintesis gula heksosa yang merupakan nutrisi utama bagi organisme heterotrof.

Fotosintesis: Tahap I Reaksi Gelap

Tahap pertama dalam siklus CBB reaksi gelap memiliki kemiripan dengan tahap isomerasi pada jalur Pentosa Fosfat (PPP). Enzim yang digunakan pada reaksi ini berwarna merah (lihat gambar diatas). Enzim rubisco (singkatan dari ribulose bisphosphate carboxylase) mengkatalasis reaksi karboksilasi dari ribulose-1,5-bisphosphate dalam dua reaksi. Pertama, ribulose-1-5-bisphosphate haruslah difosforilasi oleh enzim Phosphoribulose kinase. Hasil yang diperoleh dari proses karboksilasi ini adalah dua molekul 3-phosphoglycerate (3-fosfogliserat).

Fotosintesis: Tahap Kedua Reaksi Gelap

Tahap kedua dalam siklus Calvin Benson reaksi gelap memiliki kemiripan dalam salah satu bagian reaksi glukoneogenesis.
  1. 3-Phosphoglicerate (3-fosfogliserat) difosforilasi menggunakan bantuan enzim phosphoglycerate kinase untuk membentuk 1,3-Bisphosphoglycerate.
  2. Selanjutnya, 1,3-Bisphosphoglycerate direduksi menggunakan NADPH untuk menghasilkan NADP+ dan Glyceraldehyde-3-Phosphate (Gliseraldehida-3-fosfat) dengan menggunakan enzim Glyceraldehide-3-phosphate dehydrogenase (gliseraldehida-3-fosfat dehidrogenase).Satu dari setiap 6 molekul gliseraldehida-3-fosfat dibawa keluar (eksport) ke sitoplasma sel tumbuhan untuk digunakan dalam sintesis glukosa dan jalur metabolisme lainnya.

Fotosintesis: Tahap Kedua Reaksi Gelap

Tahap 3 dalam siklus calvin-benson-bassham reaksi gelap adalah regenerasi ribulose (ribulosa). Tahap ini memiliki kemiripan terhadap salah satu tahap dalam Jalur Pentosa Fosfat.
  1. Gliseraldehida-3-fosfat yang ada kemudian diubah kembali menjadi dihidroksiaseton fosfat (Dihydroxyaceton phosphate / DHAP) oleh triose phosphate isomerase (Triose fosfat isomerase).
  2. Kemudian, dihiroksiaseton fosfat diubah menjadi fructose-6-phosphate (fruktosa-6-fosfat) (F-6-P) olehAldolase dan Fructose bisphosphatase (Fruktosa bifosfatase)Aldolase memadatkan dua molekul DHAP untuk membentuk molekul fruktosa-1,6-bifosfat. Kemudian fruktosa-1,6-bifosfat diubah menjadi fruktosa-6-fosfat (F-6-P) oleh fruktosa bifosfat. F-6-P kemudian dapat diubah menjadi gula melalu dua jalur enzimatik yaitu dengan bantuan fosfoglukoisomerase dan glukosa-6-fosfatase.
  3. Dihidroksiaseton dapat juga digabungkan dengan eritrosa-4-fosfat untuk membentuk Sedoheptulose-1,7-bisphosphate (Sedoheptulosa-1,7-bifosfat /SBP). Reaksi ini juga dikatalisis oleh enzim aldolase.
  4. SBP kemudian di defosforilasi oleh Sedoheptulase bifosfatase untuk membentuk Sedoheptulase-7-fosfat (S7P).
  5. Setelah beberapa reaksi penyusunan oleh enzim Transketolase dan Transaldolase, terbentuklah Xylulose-5-Phosphate (Xelulosa-5-fosfat /X5P) dan Ribose-5-phosphate (Ribosa-5-fosfat / R5P).
  6. Terakhir dalam reaksi gelap ini, X5P dan R5P diisomerasi mengunakan enzim Phosphopentose epimerase dan phosphopentose isomerase untuk menghasilkan ribulose-5-phosphate (ribulosa-5-fosfat) yang kemudian dapat mengulang kembali siklus Calvin-Benson-Bassham.
Demikianlah artikel tentang pengertian fotosintesis dan proses fotosintesisnya. Silahkan dibaca ringkasan dibawah ini:
  1. Pengertian fotosintesis adalah reaksi kimiawi dimana tumbuhan, beberapa jenis bakteri dan alga, menghasilkan glukosa dan oksigen dengan menggunakan karbondioksida (CO2) dan air (H2O), dengan menggunakan cahaya (Foton/Photon) sebagai sumber energi utama.
  2. Proses fotosintesis pada tumbuhan terbagi atas dua tahap utama yaitu reaksi terang dan reaksi gelap
  3. Reaksi terang yang terjadi pada tilakoid terbagi atas dua jenis yaitu (1) fotofosforilasi nonsiklik yang menggunakan fotosistem I dan II (2) fotofosforilasi siklik yang hanya menggunakan fotosistem I. Reaksi terang dalam proses fotosintesis menghasilkan ATP dan NADPH yang akan digunakan dalam reaksi gelap dan jalur metabolisme lainnya.
  4. Reaksi gelap atau siklus Calvin Benson Bassham yang terjadi pada stroma; terbagi  tiga tahap dan menghasilkan glukosa dan bahan untuk jalur metabolisme lainnya.
  5. Reaksi gelap dan terang dalam proses fotosintesis berlangsung dalam keadaan terang/daylight pada kebanyakan tumbuhan
Baca juga artikel berikut:
  1. http://belajarbiologi.com/2014/06/fotosintesis-pada-tanaman-penjelasan-singkat.html
  2. http://belajarbiologi.com/2014/04/tanaman-tipe-c3-tipe-fotosintesis.html
  3. http://belajarbiologi.com/2014/04/tanaman-c4-tipe-fotosintesis.html
  4. http://belajarbiologi.com/2015/08/plastida-dan-fungsi-plastida.html
Sumber Artikel pengertian fotosintesis dan proses fotosintesis:
  1. Garrett, H., Reginald and Charles Grisham. Biochemistry. Boston: Twayne Publishers, 2008.
  2. Raven, Peter. Biology. Boston: Twayne Publishers, 2005.
  3. http://www.eschooltoday.com/photosynthesis/conditions-for-photosynthesis.html
  4. http://chemwiki.ucdavis.edu/Biological_Chemistry/Photosynthesis/Photosynthesis_overview/The_Light_Reactions
  5. http://www.colorado.edu/eeb/courses/1230jbasey/abstracts/1.htm
  6. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK21191/

Belajar Macam Hormon Tumbuhan dan Fungsi Hormon Tumbuhan

Macam hormon tumbuhan dan fungsi hormon tumbuhan | Setiap tumbuhan memiliki perangsang dalam membantu serta meningkatkan efisiensinya dan efektivitasnya, hal ini disebut hormon tumbuhan. Melalui hormon yang dihasilkan oleh tumbuhan pada organ organ tertentu, kinerja dari sel sel dan organ organ yang ditarget dapat bekerja lebih efektif dan efisien.
Hormon tumbuhan sendiri pertama kali ditemukan secara dan digunakan secara ilmiah oleh William Bayliss (1860–1924) and Ernest Starling (1866–1927) pada tahun 1902. Kemudian dilanjutkan oleh Frits Went khusus kepada hormon tumbuhan dan menemukan hormon auksin, hormon tumbuhan pertama yang dilaporkan secara ilmiah pada tahun 1928. 
Cukup bahas sejarahnya. Lalu apa saja yang diatur oleh hormon tumbuhan dan ada berapa macam hormon tumbuhan? Hormon tumbuhan mengatur banyak hal, mulai dari kecepatan pertumbuhan batang, pelebaran tumbuhan , arah pertumbuhan, kapan suatu tumbuhan berbuah, kapan suatu tumbuhan berbunga, kapan suatu tumbuhan menggugurkan daunnya dan banyak lagi hal yang diatur oleh hormon tumbuhan.
Sebelum lebih jauh kita membahas tentang hormon tumbuhan, perlu saya tekankan bahwa hormon berbeda dengan enzim, khususnya pada kecepatan reaksi yang diharapkan, enzim memiliki kecepatan reaksi yang lebih tinggi sedangkan hormon memiliki kecepatan reaksi. 
Lalu ada berapa macam jenis hormon? Hormon tumbuhan secara garis besar terdiri atas  6 macam berdasarkan fungsinya yaitu hormon auksin, giberelin, sitokinin, asam absisat, gas etilen dan terakhir kalin.  Keenam hormon tumbuhan itulah yang terbagi lagi menjadi banyak macam hormon tumbuhan lainnya karena berbeda susunan kimiawinya dan lokasi khusus reaksi serta efektivitas reaksinya terhadap tumbuhan tertentu.
hormon tumbuhan dan fungsi hormon tumbuhan
Mari bahas hormon tumbuhan satu persatu. 

Macam Macam Hormon Tumbuhan dan Fungsinya

Seperti yang diuraikan diatas terdapat 6 macam hormon tumbuhan berdasarkan

a. Hormon Auksin

Ini merupakan hormon tumbuhan pertama yang ditemukan oleh Frits Went tahun 1928.  Hormon auksin yang pertama diekstrak adalah asam indole asetat atau IAA (Indole-3-acetic acid). Hormon tumbuhan ini awalnya ditemukan pada ujung kecambah Avena sativa (gandum) yang kemudian diteliti lebih lanjut terdapat hormon hormon yang lain yang memiliki fungsi yang sama dengan auksin pada tumbuhan lainnya.
Hormon auksin diproduksi diproduksi pada daerah meristem apikal seperti pada ujung tunas batang, daun muda, dan kuncup bunga, juga pada embrio serta pada bagian bagian bunga yang masih berkembang serta pada biji tumbuhan.
Hormon auksin ditransport ke bagian sel tumbuhan lainnya mengikuti pengaruh gravitasi. Perpindahan hormon auksin pada bagian tunas batang disebut pergerakan basipetal sedangkan pada akar disebut pergerakan akropetal, perpindahan auksin dari sel satu ke sel lainnya dikenal dengan transport polar auksin.  
Pada tumbuhan (setidaknya seluruh tumbuhan yang pernah diteliti hormon auksinnya), hanya terdapat empat jenis auksin atau dengan kata lain hanya ada empat jenis auksin yang alami yaitu IAA, asam fenilasetik (phenylacetic acid), asam butrik indol (indole-3-butyric acid), dan asam chloroindol asetat (4-chloroindole-3-acetic acid) (Petrasek).
Artikel lebih lengkap tentang auksin akan dijelaskan pada postingan terpisah.
Lalu apa saja fungsi hormon auksin. Silah dibaca beberapa poin dibawah ini tentang fungsi hormon auksin

NoFungsi Hormon Auksin
1Mengaktifkan elongasi atau pemanjangan sel dengan meningkatkan plastisitas dinding sel
2Mengaktifkan gen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan gen yang digunakan dalam sintesis dinding sel yang disekresikan oleh diktiosom.
3Mendorong terbentuknya (inisiasi) dan pertumbuhan akar adventif (akar serabut) setelah dilukai (aplikasi cangkok).
4Mendorong terbentuknya buah (oleh auksin yang diproduksi oleh biji yang berkembang)
5Menekan terjadinya absisi (berlawanan dengan asam absisat)
6Menghambat dalam terbentuknya bunga (kecuali pada tumbuhan nenas)
7Mengaktifkan respon tropik pada tumbuhan
8Mengontrol penuaan pada tumbuhan serta senescense serta dormansi biji bijian
9Mempertahankan dominansi apikal secara tidak langsung dengan memproduksi etilene, secara langsung menghambat pertumbuhan tunas lateral atau tunas aksilar (yang membentuk daun dan cabang).
  

b. Hormon Sitokinin

Sitokinin (eng: Cytokinin) adalah hormon tumbuhan yang sering bekerja sama dengan hormon auksin pada tumbuhan. Sitokinin sesuai dengan nama hormon ini, berperan penting dalam pembelahan sel. Lalu kenapa hormon sitokinin membutuhkan kehadiran auksin. Hal itu karena dinding sel harus ditingkatkan plastisitasnya  atau “dilembbekkan” sehingga sel sel tumbuhan mampu melakukan sitokinesis (pembelahan sel).  Orang pertama yang membuktikan fungsi sitokinin secara ilmiah adalah Folke Skoog tahun 1940-an menggunakan santan kelapa. 
Ada dua jenis hormon sitokinin yaitu sitokinin tipe adenin yaitu kinetin, zeatin, benzylaminopurine, kemudian tipe sitokinin kedua yaitu tipe phenyleurea seperti thidiazuron (TDZ) dan diphenylurea. Kebanyakan sitokinin tipe adenin disintesis pada bagian akar. Bagian lain tumbuhan seperti kambium dan jaringan lain yang akrtif membelah juga mensintesis sitokinin.
Sitokinin banyak ditemukan pada daerah tumbuhan yang aktif melakukan pembelahan sel atau pertumbuhan seperti pada meristem apikal, meristem lateral serta pada biji bijian. 

NoFungsi Hormon Sitokinin
1Sitokinin berfungsi dalam mengatur pembentukan bunga dan buah
2Sitokinin berfungsi membantu proses pertumbuhan akar dan tunas pada pembuatan kultur jaringan.
3Sitokinin berperan dalam pembesaran daun muda dan memperkecil dominansi apikal
4Sitokinin berfungsi dalam merangsang pembelahan sel dengan cepat. Kombinasi antara sitokinin, giberelin dan auksin, dapat membantu mengatur pembelahan sel yang terdapat didaerah meristem sehingga pertumbuhan titik tumbuh menjadi normal
5Sitokinin dapat berfungsi menunda pengguguran daun, bunga, dan buah yang dilakukan dengan meningkatkan transpor zat makanan ke organ tersebut.
  

c. Hormon Giberelin

Hormon giberelin (Gibberellins /GAs) adalah hormon tumbuhan yang berfungsi dalam mengatur pertumbuhan tumbuhan dan ikut serta memberikan pengaruh pada beragam perkembangan tumbuhan seperti pemanjangan tunas, germinasi, dormansi, pembungaan (atau proses terbentuknya bunga), induksi enzim, ekspresi seks tumbuhan dan penuaan buah dan daun (senescene). 
Hormon tumbuhan yang pertama kali ditemukan oleh Eiichi Kurosawa (peneliti Jepang) tahun 1926 yang memang pada awalnya tidak ditemukan pada tumbuhan tapi pada jamur Gibberella fujikuroi. Hal ini terbilang wajar, dikarenakan diketahui bahwa tumbuhan menghasilkan giberelin (GAs) dalam jumlah yang sangat sedikit sehingga peneliti peneliti sebelumnya kesulitan mendeteksi hormon ini.
Adapun fungsi hormon giberelin yaitu:

NoFungsi Hormon Giberelin
1Hormon giberelin berperan dalam memengaruhi pemanjangan (elongasi sel) dan pembelahan sel
2Hormon giberelin berperan dalam perkembangan embrio dan kecambah
3Memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan akar, daun, bunga, dan bunga.
4Hormon giberelin memengaruhi pemanjangan batang
5
Hormon giberelein menghambat pembentukan biji
  
Pengaruh hormon tumbuhan

d. Hormon Asam Traumalin / Asam Traumatik (Hormon Luka)

Hormon tumbuhan ini boleh dikatakan dokternya tumbuhan atau setidaknya perawat bagi dirinya. Seperti kita ketahui bahwa tumbuhan mampu memperbaiki kerusakan yang terjadi pada bagian bagiannya (dalam kadar tertentu khususnya luka). Kemampuan ini dipengaruhi oleh kerja hormon luka atau asam traumalin.
Hormon asam traumalin pertama kali diteliti secara ilmiah oleh kimiawan James English Jr. dan James Frederick Bonner bersama ilmuwan Belanda Arie Jan Haagen-Smit pada tahun 1939. Mereka mengekstrak asam traumalin dari tanaman kacang yang dilukai.
Fungsi asam traumatik/asam traumalin ini adalah mengobati bagian tumbuhan yang terluka dengan mendorong sel sel yang berada di dekat luka (situs trauma) untuk membentuk kallus pelindung dan untuk memperbaiki jaringan yang terluka.  
Pada tumbuhan tingkat rendah seperti alga dapat berfungsi sebagai hormon pertumbuhan. Hormon asam traumatik/traumalin diproduksi oleh tumbuhan melalui proses oksidasi non-enzimatik traumatin (12-oxo-trans-10-dodecenoic acid) yang merupakan horman trauma lainnya.

e. Hormon Gas Etilen

Umumnya kita pelajari bahwa hormon etilen (eng: ethylene)  atau gas etilen dihasilkan saat buah masak, atau dihasilkan oleh buah yang sudah tua. Tanggapan ini perlu diperbaiki.
Pada kenyataannya hormon  etilen dihasilkan oleh seluruh bagian tumbuhan termasuk daun, batang, akar, bunga, buah, umbi, dan bahkan biji. Walaupun dalam produksinya dibutuhkan kondisi kondisi tertentu seperti germinasi, memasaknya buah, terjadinya absisi pada daun, dan penuaan pada bunga. Produksi hormon etilen juga dapat didorong oleh adanya pengaruh luar seperti trauma (luka), tekanan lingkungan seperti banjir, kekeringan, dan lainnya serta dapat juga didorong oleh zat kimia lainnya seperti kehadiran auksin dan hormon lainnya dalam jumlah dan kombinasi tertentu.
Fungsi utama hormon etilen (sering disebut gas etilen) adalah mempercepat masaknya buah, khususnya bagi manusia sedangkan bagi tumbuhan, hormon etilen memiliki beberapa fungsi seperti pada tabel dibawah ini:

NoFungsi Hormon Etilene
1Menstimulasi penuaan (senescence) pada daun dan bunga
2Menstimulasi senescence (penuaan) pada sel sel xilem yang dewasa (tua) untuk digunakan oleh tumbuhan
3Menginduksi terjadinya absisi daun (menggugurkan daun)
4Menginduksi terjadinya germinasi/perkecambahan biji
5Menginduksi terjadinya pertumbuhan rambut akar sehingga meningkatkan efisiensi penyerapan air dan mineral
6Menstimulasi epinasti atau tumbuhnya petiola daun
7Menginduksi tumbuhnya akar adventif atau akar serabut selama banjir
8Menginduksi masaknya buah
9Mempengaruhi gravitropisme pada tumbuhan
10Menghambat pertumbuhan batang keatas dan mendorong pelebaran batang dan selnya, dan mendorong terbentuknya cabang ataupun ranting. (membuat batang menjadi lebih tebal dan kuat )
11Menghambat pertumbuhan tunas dan penutupan stomata (kecuali pada beberapa tanaman air)
12Mendorong terbentuknya bunga pada nenas
  

f. Hormon Asam Absisat

Apa itu hormon absisat? Hormon ini adalah hormon yang berfungsi dalam mengendalikan penggunaan nutrisi pada tumbuhan sehingga sebuah tumbuhan dapat bertahan dalam kondisi yang buruk dan mampu melewatinya.
Bagaimana cara hormon ini melakukannya?, Hormon Asam Absisat (Abscisic acid) melakukannya dengan cara menghambat pertumbuhan tanaman dengan mengurangi kecepatan pembelahan sel maupun pada pembesaran sel, atau dapat kedua-keduanya.
Hal ini dibutuhkan oleh tumbuhan  agar dapat melewati musim kemarau, musim hujan dan bahkan musim dingin. Adapun fungsi hormon ini ada pada tabel dibawah ini:

NoFungsi Hormon Asam Absisat
1Memengaruhi terjadinya dormansi pada kuncup
2Membantu tumbuhan dalam mengatasi tekanan pada lingkungan yang kurang baik seperti kemarau berkepanjangan
3Memperpanjang masa dormansi umbi-umbian
4Berfungsi dalam menghambat pembelahan sel dan pembesaran sel
5Berfungsi dalam menghambat perkecambahan biji
  

g. Hormon Kalin

Hormon ini adalah nama bagi kelompok hormon yang menghususkan diri pada bagian tertentu saja pada organ tumbuhan seperti akar, daun, batang, bunga. Oleh karena itu horman kalin dibedakan menjadi 4 jenis. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel dibawah ini:

NoHormon Fungsi
1Kaulokalin Kaulokalin adalah hormon yang memiliki fungsi dalam merangsang proses pembentukan batang
2Rizokalin Rizokalin adalah hormon yang berfungsi dalam merangsang pembentukan akar
3FilokalinFilokalin adalah hormon yang berfungsi merangsang dalam pembentukan daun
4AntokalinAntokalin adalah hormon yang merangsang pembentukan bunga
   

Diagram Fungsi Hormon tumbuhan: Giberelin | Sitokinin | Auksin | Asam Absisat
Selain 6 hormon diatas masih ada beberapa hormon lagi yang ada pada tumbuhan dan siapa tahu akan bertambah banyak lagi hormon yang ditemukan. Diantaranya berupa:
  1. Brassinosteroids yang merupakan kelompok hormon tumbuhan yang berfungsi dalam menstimulasi pertumbuhan tumbuhan melalui pemanjangan sel dan pembelahan sel, serta mempengaruhi gravitropisme serta ketahanan terhadap stress atau tekanan dan diferensiasi xilem. Kenapa dinamakan Brassinosteroids ? karena ditemukan pertama kali pada tumbuhan Brassica napus pada tahun 1979.
  2. Asam Salisilik (Salicylic acid) merupakan hormon tumbuhan yang berperan dalam mengaktifkan gen yang memproduksi senyawa pertahanan terhadap serangan patogen.
  3. Jasmonates merupakan hormon tumbuhan yang diproduksi dari asam lemak dan berfungsi dalam mendorong terbentuknya protein pertahanan yang berguna dalam melawan serangan patogen dan organisme pengganggu. Berfungsi juga dalam germinasi (perkecambahan) biji dan berpengaruh terhadap penyimpanan protein dalam biji bijan serta pertumbuhan akar.
  4. Hormon Peptida tumbuhan merupakan kumpulan atau kelompok sekresi peptida yang berperan dalam pengiriman sinyal sel ke sel. Berfungsi dalam pertahanan tumbuhan, ikut serta dalam pengendalian pembelahan sel dan pembesarannya dan ketidakcocokan serbuk sari terhadap diri sendiri.
  5. Poliamin (Polyamines) merupakan molekul kecil yang berperan dalam pertumbuhan tanaman dan perkembangannya dan ikut serta memengaruhi dalam proses mitosis dan meiosis.
  6. Nitrit Oksida (Nitric oxide/NO) merupakan salah satu regulator dalam tumbuhan atau hormon yang berfungsi dalam banyak hal pada tumbuhan karena bertindak sebagai sinyal dalam respon pertahanan dan perkembangan tumbuhan , contohnya penutupan stomata, perkembangan akar, perkecambahan biji dan banyak aktivitas seluler lainnya (Dapat anda pelajari lebih lanjut dalam biokimia seluler).
  7. Strigolactones merupakan salah satu hormon tumbuhan yang berfungsi untuk menghambat pembentukan tunas cabang sehingga tumbuhan dapat bertambah tinggi.
  8. Hormon Vernalin merangsang pembungaan pada temperatur rendah.
  9. Karrikin. Ini bukanlah hormon tumbuhan karena tidak produksi oleh tumbuhan, akan tetapi sekelompok regulator tumbuhan yang ditemukan atau ada akibat terbakarnya bagian atau satu tumbuhan yang berfungsi sebagai stimulan perkecambahan biji.
Sumber Artikel Macam Macam Hormon Tumbuhan dan Fungsinya :
  • Plant Respont to Enviromental stresses: From Phytohormone to Genome Reorganization
    Edited by H.R.Lerner (1999).Marcel Dekker. Inc: Newyork.
  • Natural Growth Inhibitors and Phytohormones in Plants and Environment. Valentine I.Kefeli and Maria V. Kalevitch. Editor Bruno Borsari(2003).Published by Kluwer Academic Publishers. Netherlands.
  • Phytohormones in Plant Biotechnology and Agriculture. Proceedings of the Nato-Russia Workshop Held In Moscow, 12-16 Mei 2002. Edited by Ivana Machackova (2003). Kluwer Academic Publishers. Netherlands.
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Plant_hormone
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Category:Plant_hormones
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Ethylene
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Traumatic_acid
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Gibberellic_acid
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Cytokinin
  • http://www.cliffsnotes.com/study-guides/biology/plant-biology/growth-of-plants/types-of-plant-hormones
  • http://www2.ulg.ac.be/cedevit/english/hormones_e.htm